Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita

Pameran Lingkungan Hidup dalam Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2015

Saturday, 16 May 2015 00:00 Admin TNUK
Print PDF

16 Taman Nasional unggulan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Mitra Kerja Kementerian Lingkungan Hidup mengikuti Pameran

Dalam rangka memperingati hari kebangkitan nasional yang jatuh pada tanggal 20 mei Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelenggarakan kegiatan pameran. Yakni pada hari sabtu 16 mei 2015, yang dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Perindustrian, Menteri dalam Negeri, dan Para pejabat lingkup Kementerian Lingkungan hidup dan Mitra – mitra kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan.

 

Last Updated on Wednesday, 16 December 2015 10:14 Read more...
 

Aksi Penanaman Sejuta Pohon oleh anak anak SD/MI dan SLTP se Gugus Taman Jaya Kecamatan Sumur

Thursday, 09 April 2015 08:59 Admin TNUK
Print PDF

Hari Hutan Internasional 2015 di Ujung Kulon

MENANAM POHON MENANAM MASA DEPAN

Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Kehidupan manusia di bumi hampir tidak bisa dipisahkan dari hutan dan hasil hutan. Udara yang kita hirup, air yang kita minum, pangan yang kita konsumsi, dan sandang yang kita gunakan, semua berkaitan dengan hutan. Selain menjadi sumber kehidupan manusia, hutan juga berfungsi dari aspek sosial, ekonomi, budaya, iptek dan lain-lain. Menyadari akan pentingnya arti hutan bagi kehidupan manusia, lebih dari 200 siswasiswi SD/ MI dan SLTP se Gugus Tamanjaya Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang melakukan aksi penanaman sejuta pohon di sempadan pantai barat Pulau Jawa yang juga merupakan daerah penyangga Taman Nasional Ujung Kulon. Moh. Haryono, Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon mengatakan “ Hal menarik dari aksi ini adalah inisiatif untuk melakukan penanaman pohon di sempadan pantai justru munculnya dari pihak sekolah. Saya mengapresiasi dan bangga akan kepedulian dari para siswa-siswi untuk berperan nyata dalam melestarikan hutan dan memelihara lingkungan”.

Last Updated on Wednesday, 16 December 2015 08:49 Read more...
 

HUT Kabupaten Pandeglang ke 141 tanggal 1 April 2015

Wednesday, 01 April 2015 09:52 Admin TNUK
Print PDF

Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke 141

Kabupaten Pandeglang adalah sebuah kabupaten di Provinsi BantenIndonesia. Ibukotanya adalah Pandeglang. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Serang di utara, Kabupaten Lebak di Timur, serta Samudra Indonesia di barat dan selatan. Wilayahnya juga mencakup Pulau Panaitan (di sebelah barat, dipisahkan dengan Selat Panaitan), serta sejumlah pulau-pulau kecil di Samudra Hindia, termasuk Pulau Deli dan Pulau TinjilSemenanjung Ujung Kulon merupakan ujung paling barat Pulau Jawa, dimana terdapat suaka margasatwa tempat perlindungan hewan badak bercula satu yang kini hampir punah.

Pusat perekonomian Kabupaten Pandeglang terletak di dua kota yakni Kota Pandeglang dan Labuan. Sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang merupakan dataran rendah dan dataran bergelombang. Kawasan selatan terdapat rangkaian pegunungan. Sungai yang mengalir diantaranya Sungai Ciliman yang mengalir ke arah barat, dan Sungai Cibaliung yang mengalir ke arah selatan.

Dahulu kala Pandeglang berasal dari kata “Pandai Gelang” yang artinya orang tukang atau tempat menempa gelang. Pendapat ini terutama dikaitkan dengan legenda "Si Amuk" yang konon kabarnya pada Zaman Kesultanan Banten, di Desa Kadupandak ada seorang tukang Pandai (tukang besi) yang termasyur pandai konon cerita Sultan Banten yang memerintah pada waktu itu menyuruh tukang pandai besi di desa tersebut untuk membuat gelang meriam yang bernama si AMUK, karena di daerah lain tukang pandai besi tidak ada yang sanggup untuk membuatnya. Oleh karena pandai besi tersebut berhasil membuatnya maka daerah Kadupandak dan sekitarnya disebut orang Pandeglang yang selanjutnya berkembang menjadi salah satu distrik di Kabupaten Serang. Selain itu ada dua pendapat yang mengemukakan bahwa Pandeglang juga berasal dari kata “Paneglaan” yang artinya tempat melihat ke daerah lain dengan jelas. Hal ini seperti dikemukakan dalam salah satu Buku “Pandeglang itu asal dari kata Paneglaan, tempat melihat ke mana-mana”. Sedikit kita nanjak ke pasir, maka terdapat sebuah kampung namanya “Sanghiyang Herang” patilasan orang dahulu, awas (negla) melihat kemana-mana yaitu “Pandeglang sekarang”. Pandeglang berasal dari kata “Pani-Gelang” yang artinya “tepung gelang”. Pada Tahun 1527 Banten jatuh seluruhnya ke tangan Syarif Hidayatullah yang kemudian diperkuat untuk kepentingan perdagangan.

Last Updated on Wednesday, 01 April 2015 10:35 Read more...
 

Indonesia International Work Camp di Taman Nasional Ujung Kulon

Tuesday, 31 March 2015 00:00 Admin TNUK
Print PDF

AKSI VOLUNTEERING DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Keberadaan taman nasional Ujung Kulon dengan hewan asli Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus desmares), sudah seharusnya didukung oleh masyarakat setempat yang tinggal di daerah yang mengelilinginya. ini sering kali terabaikan karena kurangnya kesadaran akan pentingnya sebuah eksistensi taman nasional sebagai lembaga konservasi dan pelestarian alam,

serta karena alasan ekonomis masyarakat yang tinggal di sekitar taman nasional ujung kulon. Untuk mengatasinya perlu dukungan dari berbagai pihak, salah satunya dengan NGO (Non Governmental Organization) atau lembaga swadaya masyarakat melalui berbagai kerja sama.

Last Updated on Wednesday, 16 December 2015 09:01 Read more...
 

Bakti Rimbawan

Monday, 16 March 2015 00:00 Admin TNUK
Print PDF

 

SELAMAT HARI BAKTI RIMBAWAN KE 32

Rimbawan merupakan sebutan bagi seseorang yang memiliki profesi bidang kehutanan yang menguasai dan memahami ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan dalam profesi kehutanan (Suhendang, 2002). Dengan kata lain, rimbawan adalah seseorang yang mempunyai pendidikan kehutanan. Jelas, dalam pengertian ini rimbawan ditempatkan sebagai sebuah profesi. Profesi yang jika dicarikan penyetaraannya, adalah analogi yang sempurna bila disejajarkan dengan profesi dokter atau akuntan. Sebagai bentuk konsekuensi dari sebuah profesi, maka profesi menuntut adanya tanggung jawab serta wujud pelaksanaan sebuah profesionalisme, bukan terbatas pada sertifikasi atas profesi rimbawan, melainkan bentuk tumbuh kembang individu secara menyeluruh, meliputi ketiga karateristik tersebut.

Rimbawan adalah manusia, mahluk yang paling tinggi derajatnya di muka bumi. Manusia sebagai ciptaan-Nya yang paling sempurna. Demikian pula rimbawan. Menjadi rimbawan adalah sebuah kehormatan yang harus disandang dengan kesadaran manusiawi. Kesadaran itu harus membuat kita merasa sangat malu bila harus melakukan hal-hal yang merendahkan kehormatan kita sebagai rimbawan.  Kehormatan rimbawan juga harus disandang dengan kebanggaan diri yang teraktualisasi pada tindakan-tindakan positif yang menempatkan ideologi/nilai dasar pada posisi seimbang dalam proses pengambilan keputusan.

Last Updated on Wednesday, 01 April 2015 10:56 Read more...
 


Page 1 of 20
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

pengiriman_gagal

contact tnuk



Kategori

We have 21 guests online

Pengunjung

658195
Hari IniHari Ini91
KemarinKemarin400
Minggu IniMinggu Ini827
Bulan IniBulan Ini91
SemuaSemua658195