Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita

EKSPEDISI MENJEMPUT HARIMAU JAWA DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Sunday, 24 June 2018 18:13 @NSA
Print PDF

Pandeglang, 24 Juli 2018. Pembukaan ekspedisi “Menjemput Harimau Jawa” di TN. Ujung Kulon dilakukan secara resmi oleh Dr. Ir. Moh. Haryono, M.Si., Kepala SubDirektorat Sumberdaya Genetik, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati  Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, bertempat kantor SPTN Wilayah II Pulau Handeuleum, TN. Ujung Kulon, di Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur,Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ekspedisi harimau jawa di TN. Ujung Kulon bertujuan untuk meningkatkan peran pencinta alam dalam pengelolaan kawasan konservasi sebagai habitat berbagai satwa, plasma nutfah dan sumber penghidupan masyarakat; serta untuk membuktikan keberadaan harimau jawa (Panthera tigris sondaica) di kawasan TN. Ujung Kulon.Ekspedisi ini merupakan kegiatan yang diinisiasi bersama oleh Yayasan Astacala, Kappala Indonesia, Peduli Karnivor Jawa (KPJ), PMPA – Astacala Telkom Universitas Bandung,

Last Updated on Sunday, 24 June 2018 18:24 Read more...
 

PRESS RELEASE KEMATIAN DAN KELAHIRAN BADAK JAWA DI BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON.

Thursday, 26 April 2018 20:00 @NSA
Print PDF

Pada hari Kamis, 26 April 2018 bertempat di Media Center Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah dilaksanakan Press Release Badak Jawa yang dibuka oleh Kepala Biro Humas KLHK yang kemudian di release oleh Setdit a.n Dirjen KSDAE dan Kepala Balai TN.ujung Kulon pada pukul 14.15 WIB.
Acara tersebut di ikuti oleh beberapa media cetak/ online.

 

#savebadakjawa

Last Updated on Thursday, 26 April 2018 20:23
 

KABAR DUKA DAN GEMBIRA DARI UJUNG KULON SIARAN PRESS KEMATIAN 1 EKOR BADAK JAWA – SAMSON, ID:037.2012 DAN KELAHIRAN 2 EKOR ANAK BADAK JAWA (INDUK : PURI ID : 013.2011 DAN DEWI ID : 004.2011) DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Thursday, 26 April 2018 19:32 @NSA
Print PDF

Pada hari Senin pagi tanggal 23 April 2018, petugas Balai TN. Ujung Kulon menemukan bangkai badak jawa jantan di pantai Karang Ranjang, Resort Karang Ranjang, SPTN Wilayah II Pulau Handeuleum, TN. Ujung Kulon yang masuk dalam wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Bangkai ditemukan dalam kondisi masih utuh, bercula dan lengkap. Setelah dilakukan proses identifikasi pada bangkai dan pencocokan dengan database badak jawa, dengan ciri khas robekan pada telinga sebelah kiri, diketahui bahwa badak yang mati tersebut bernama Samson (ID: 037.2012), dengan perkiraan umur lebih dari 30 tahun.

Pada hari Selasa tanggal 24 April 2018, Balai TN. Ujung Kulon bekerja sama dengan tim dokter hewan Patologi IPB dan WWF Ujung Kulon, melakukan

Last Updated on Thursday, 26 April 2018 20:00 Read more...
 

PAMERAN KERAJINAN TANGAN DAN PRODUK-PRODUK HASILl TANI ORGANIK MASYARAKAT PENYANGGA TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Tuesday, 17 April 2018 08:58 @NSA
Print PDF

Rabu, 11 April 2018. Pesta rakyat "Hari Temu Lapangan Petani Ekologis Tahun 2018" telah dilaksanakan bertempat di Kp. Cilubang, Desa Cibadak, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kegiatan ini merupakan puncak acara sekolah lapang di 5 desa penyangga kawasan TN. Ujung Kulon. Lima desa tersebut berada di Kecamatan Sumur dan Cimanggu, yaitu Desa Rancapinang, Desa Cibadak, Desa Kramatjaya, Desa Tamanjaya, dan Desa Ujungjaya. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Pandeglang yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Project Leader WWF, perwakilan Badan Ketahanan Pangan, dan perwakilan dari Kecamatan Sumur dan Cimanggu. 
Tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka mensosialisasikan hasil pembelajaran Sekolah Lapangan Pertanian Ekologis (SLPE) dan memamerkan

Last Updated on Tuesday, 17 April 2018 09:03 Read more...
 

SERIBU BATANG POHON PAKAN LEBAH DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Monday, 16 April 2018 16:06 @NSA
Print PDF

Ujungjaya, 27 Maret 2018. PT. Oriflame Indonesia memberikan dukungan penuh pada kelestarian kawasan TN. Ujung Kulon melalui program pengkayaan tumbuhan pakan lebah. Ada 1.000 batang pohon pakan lebah yang ditanam, yang diharapkan mampu memproduksi madu lebih banyak lagi, sehingga kesejahteraan masyarakat juga akan semakin meningkat.

Selama 3 tahun terakhir Oriflame Indonesia telah bekerja sama dengan Koperasi Hanjuang dan Kelompok Tani Madu Hutan Ujung Kulon. Selama waktu tersebut, Oriflame telah memasarkan 5.000 botol per bulan madu Odeng, yang merupakan brand merk madu hutan Ujung Kulon.

Direktur PT. Oriflame Indonesia menyatakan dukungan pelestarian alam yang dituangkan dalam sebuah kain kanvas dengan tulisan "Dengan Rahmat Tuhan YME, Didasari Oleh Keinginan Bersama Untuk Membangun Indonesia Dari Desa,

Last Updated on Monday, 16 April 2018 16:11 Read more...
 


Page 1 of 29
the world heritage

 

 

contact tnuk



Kategori

We have 42 guests online

Pengunjung

104041
Hari IniHari Ini305
KemarinKemarin540
Minggu IniMinggu Ini3449
Bulan IniBulan Ini10524
SemuaSemua1040412