Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details
Selamat Datang Di Situs Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita

Pencurian Biota Laut di Kawasan TNUK

Tuesday, 16 December 2014 10:25 Admin TNUK
Print PDF

“PENEGAKAN HUKUM UNTUK MEMBERIKAN EFEK JERA”

 

Walaupun Semenanjung Ujung Kulon telah ditetapkan sebagai kawasan Konservasi sejak zaman Pemerintahan Hindia Belanda tahun 1921, namun hingga kini kawasan tersebut masih belum aman dari gangguan. Berbagai jenis pelanggaran sering terjadi di Zona Inti Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) tersebut , yang  kini menjadi habitat terakhir Badak Jawa. Untuk memberikan efek jera kepada para pelaku, Balai TNUK melakukan penegakan hukum atas 3 (tiga) tersangka pencurian biota laut yang tertangkap tangan di pantai utara Semenanjung Ujung Kulon pada 3 Oktober 2014 yang lalu. Berikut informasinya :

Berdasarkan hasil patroli petugas lapangan dan rekaman kamera video trap, pada zona inti TNUK di Semenanjung Ujung Kulon yang merupakan habitat badak jawa sering ditemukan tindak pidana seperti pencurian burung, penjeratan kancil,  pengambilan madu,  yang dilakukan oleh beberapa pelaku secara berkelompok.

Last Updated on Tuesday, 16 December 2014 10:57 Read more...
 

Pameran Pandeglang Expo 2014

Thursday, 11 December 2014 14:05 Admin TNUK
Print PDF

Stand Balai TN. Ujung Kulon

Juara Kedua Pada Pandeglang Expo 2014

 

Stand Balai Taman Nasional Ujung Kulon yang bertemakan “Ayo berwisata Ke Taman Nasional Ujung Kulon”, kembali mendapatkan penghargaan sebagai “Juara II Stand Terbaik” pada Pameran Pembangunan (Pandeglang Expo 2014) yang digelar selama 12 (duabelas) hari dari tanggal 1-12 Nopember 2014 di Alun-alun Pandeglang Banten. Penghargaan yang sama sebagai “Juara II Stand Terbaik” juga diperoleh pada Pandeglang Expo tahun 2013.

Pandeglang Expo 2014 merupakan perhelatan rutin yang digelar Pemerintah Kabupaten Pandeglang setiap tahunnya. Event yang dibuka langsung oleh Bapak Bupati Pandeglang, H. Erwan Kurtubi tersebut, merupakan ajang pameran yang menampilkan produk lokal unggulan dan potensi dalam bidang pariwisata, perdagangan, pertanian, perikanan dan peluang investasi di Kabupaten Pandeglang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pandeglang Expo 2014 menggunakan desain stand pameran indoor.

Last Updated on Thursday, 11 December 2014 14:24 Read more...
 

Ringkasan Penelitian

Thursday, 11 December 2014 11:49 Admin TNUK
Print PDF

SINDROM PULAU DALAM REINTRODUKSI

RUSATIMOR (RUSATIMORENSIS, BLAINVILLE 1822)

DI PULAU PANAITAN TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

 

 

PAIRAH. Sindrom pulau dalam reintroduksi rusatimor (Rusatimorensis, Blainville 1822) di Pulau Panaitan Taman Nasional Ujung Kulon. Dibimbing oleh YANTO SANTOSA, LILIK BUDI PRASETYO dan ABDUL HARIS MUSTARI.


Untuk membangun kembali populasi rusa timor di Pulau Panaitan (± 17.500 Ha) dilakukan reintroduksi dari Pulau Peucang (± 450 Ha). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan teori sindrom pulau melalui perbandingan habitat, ukuran tubuh, ukuran dan kepadatan populasi, wilayah jelajah dan alokasi waktu.

Last Updated on Tuesday, 16 December 2014 08:12 Read more...
 

Rumah Baru Bagi Monyet Ekor Panjang Eks Topeng Monyet

Thursday, 11 December 2014 11:09 Admin TNUK
Print PDF

Survei Rumah Baru Bagi Monyet Ekor Panjang Eks Topeng Monyet

 

Semenjak program razia topeng monyet digalakkan Gubernur DKI Jakarta di tahun 2013 (pada saat itu dijabat oleh Joko Widodo), banyak terjaring monyet ekor panjang yang kondisinya sangat memprihatinkan. Saat ini terdapat 89 ekor monyet ekor panjang yang dirawat di Balai Kesehatan Hewan dan Ikan serta 30 ekor berada di PPS Cikananga. Satwa sitaan eks topeng monyet tersebut akan dilepasliarkan setelah menjalani perawatan dan rehabilitasi.

Last Updated on Tuesday, 16 December 2014 08:12 Read more...
 

Progres Pembangunan JRSCA di Taman Nasional Ujung Kulon sampai Bulan Agustus 2014

Friday, 10 October 2014 10:00 Admin TNUK
Print PDF

PROGRES  PEMBANGUNAN

JAVAN  RHINO  STUDI   AND CONSERVATION AREA

DI  TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

SAMPAI BULAN AGUSTUS 2014

 

Untuk menyelamatkan badak jawa dari kepunahan,  Pemerintah Indonesia menetapkan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Badak Indonesia Tahun 2007-2017 sesuai Permenhut Nomor 43 Tahun 2007.    Berdasarkan strategi dan rencana aksi tersebut, salah satu rekomendasi untuk konservasi badak jawa yang perlu segera dilakukan adalah membangun sanctuary (suaka khusus).   Hasil pertemuan AsRSG (Asian Rhino Specialis Group) tanggal 2-3 Maret 2009, menyepakati untuk membangun  Javan Rhino Studi and Conservation  Area (JRSCA) di Taman Nasional Ujung Kulon.

Selanjutnya pada tanggal  21 Juni  2010 bertempat di Pulau Peucang, Menteri Kehutanan bersama Gubernur  Banten  me-launching pelaksanaan pembangunan JRSCA di  TNUK.

Last Updated on Friday, 10 October 2014 14:47 Read more...
 


Page 1 of 19
the world heritage
Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

pengiriman_gagal

contact tnuk



Kategori

We have 15 guests online

Pengunjung

427456
Hari IniHari Ini194
KemarinKemarin504
Minggu IniMinggu Ini2158
Bulan IniBulan Ini9174
SemuaSemua427456