Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Pelepasliaran Monyet Ekor Panjang Di Panaitan

Pelepasliaran Monyet Ekor Panjang Di Panaitan

Saturday, 06 March 2010 10:25 Admin TNUK
Print PDF

Pelepasliaran Monyet Ekor Panjang di Ujung Kulon
Nicoln de Lange, IAR Indonesia

Pada akhir bulan April 2009 International Animal Rescue (IAR) Indonesia melepasliarkan enam belas ekor Macaca fascicularis (monyet ekor panjang). Monyet  monyet  tersebut merupakan hasil sitaan yang telah menjalani program rehabilitasi dan telah bersosialisasi dengan monyet – monyet yang lain di pusat penyelamatan primata IAR Indonesia di Ciapus. Lokasi pelepasliaran adalah Pulau Panaitan tepatnya di Blok Cibariang.

Penentuan Blok Cibariang Pulau Panaitan sebagai lokasi pelepasliaran adalah berdasarkan hasil Survey Potensial Habitat Pelepasliaran Satwa di P. Panaitan TNUK pada tanggal 20 Pebruari s/d 6 Maret 2009. Penentuan lokasi pelepasliaran ini berdasarkan ketersediaan pakan alami, ketersediaan ruang dan keamanan dari predator. Dari hasil survei sebenarnya ada 3 lokasi  yang direkomendasikan sebagai calon lokasi pelepasliaran monyet ekor panjang di P. Panaitan yaitu Cibariang, Citambuyung dan Legon Bajo. Namun melihat besarnya ketersediaan ruang di Cibariang maka diputuskan bahwa lokasi pelepasliaran adalah Blok Cibariang.
Blok Cibariang pun memiliki banyak potensi pakan alami bagi Monyet ekor panjang yaitu sebagai berikut :

  • Melinjo (Gnetum gnemon), bisa dimakan buah dan daunnya yang muda,
  • Kiara (Ficus spp) bisa dimakan buah dan daunnya yang muda,
  • Burahol (Steleocarpus burahol), bisa dimakan buahnya
  • Rao (Dragontomelon spp), bisa dimakan buahnya,
  • Kikangkareng, dimakan buahnya,
  • Buni (Antidesma bunius), dimakan buahnya,
  • Lumpit (Terminalia edulis), dimakan buahnya,
  • Kimonyet, dimakan bunga dan daunnya yang muda,
  • Manggis hutan, dimakan buahnya,
  • Rhizophora apiculata, dimakan buah, bunga dan daunnya yang muda,
  • Avicenia Sp, dimakan buah, bunga dan daunnya yang muda,
  • Bruguera sp, dimakan buah, bunga dan daunnya yang muda

Selain jenis tumbuhan, masih banyak potensi pakan lainnya diantaranya adalah berbagai jenis serangga, kepiting, kerang-kerangan, dan telur burung.
Sebelum dilepaskan monyet ekor panjang dipasang microchip untuk penanda dan dimasukkan terlebih dahulu pada kandang habituasi yang terbuat dari bambu dan jaring. Dalam kandang habituasi, monyet – monyet tersebut akan membiasakan diri dengan suara, bau - bauan dan makanan di sekitar lingkungan yang baru.  Setelah beberapa hari di kandang habituasi, monyet-monyet tersebut mulai dilepaskan di alam liar. Selama beberapa minggu pertama monyet-monyet tersebut tetap diawasi untuk memastikan bahwa mereka telah mendapatkan kembali insting alaminya. Saat ini monitoring  masih terus dilakukan oleh petugas Balai Taman Nasional Ujung Kulon untuk mengetahui daya adaptasi, kondisi terkini dan perilaku satwa tersebut di habitat barunya. Semoga di rumah barunya monyet-monyet tersebut dapat hidup dengan nyaman.

Last Updated on Tuesday, 09 March 2010 11:43
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 79 guests online

Pengunjung

839075
Hari IniHari Ini280
KemarinKemarin474
Minggu IniMinggu Ini1598
Bulan IniBulan Ini12569
SemuaSemua839075