Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Hutan Gunung Honje Sebagai Penyedia Jasa Lingkungan Air Bagi Masyarakat Sekitar Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon

Hutan Gunung Honje Sebagai Penyedia Jasa Lingkungan Air Bagi Masyarakat Sekitar Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon

Friday, 30 April 2010 10:45 Admin TNUK
Print PDF

Air adalah sumber daya yang sangat diperlukan bagi kehidupan manusia, baik untuk keperluan air minum, penyediaan pangan, maupun untuk mengelola usaha-usaha pertanian.  Kebutuhan sumber air meningkat, sementara ketersediaannya dirasakan semakin terbatas.  Demikian gambaran kondisi hubungan kehidupan manusia dan sumber daya air di wilayah sekitar kawasan Gunung Honje, Taman Nasional Ujung Kulon.  “Bak gayung bersambut”, kondisi kebutuhan dan ketersediaan air bersih dipenuhi, melalui penyediaan fasilitas air bersih bagi masyarakat, hasil kerjasama antara PT Cibaliung Sumber Daya dan Balai Taman Nasional Ujung Kulon. 


Kemudahan tersedia air baru terbatas bagi masyarakat Desa Padasuka dan Desa Mangkualam, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Dengan berfungsinya fasilitas air bersih pada masyarakat di kedua desa tersebut, Bupati Pandeglang berkenan meresmikan fasilitas tersebut pada hari Selasa 22 Maret 2010 dan mendukung pengelolaannya lebih lanjut oleh masyarakat guna menghasilkan keterpaduan bagi pembangunan wilayah yang selaras dalam fungsi sosial, lingkungan hidup dan ekonomi. Kegiatan ini sekaligus juga sebagai peringatan hari Air sedunia yang diperingati pada tanggal yang sama setiap tahun.


Terbangunnya fasilitasi air bersih merupakan komitmen bersama, yang mendapat dukungan kegotong royongan masyarakat kedua desa tersebut serta Kecamatan Cimanggu.  Oleh karena itu, selanjutnya komitmen dan tindakan bersama itu tetap sangat diperlukan seterusnya guna hasil pembangunan fasilitas ini meningkat manfaatnya serta lestari hutannya sebagai penyedia sumber airnya.


Fasilitas air bersih itu bersumber dari Sungai Citeluk yang mengalir di Desa Padasuka dan Desa Mangkualam dan berhulu di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Hulu sungai yang dikenal dengan nama Curug Cimugas, sebagai sumber airnya, memiliki ketersediaan air sepanjang tahun dan debit air yang cukup sehingga dapat dimanfaatkan secara terus menerus. Debit air terendah Sungai Citeluk terjadi pada bulan Oktober yaitu sebesar 0.31 m3/detik dan debit air tertinggi terjadi pada bulan Februari sebesar 1.84 m3/detik. Sebagai catatan, bahwa untuk kawasan Gunung Honje saja, terdapat kurang lebih 20 buah sumber mata air dan 16 buah sungai besar dengan rata-rata debit air mencapai 0,0135 m3/detik, yang mengalir ke wilayah-wilayah pemukiman masyarakat desa Kecamatan Cimanggu dan Kecamatan Sumur, dan wilayah-wilayah desa/kecamatan lain di dekatnya.


Kegiatan pembangunan fasilitas air bersih meliputi penangkapan air di sumber air Curug Pamugas, pembangunan instalasi penjernihan, pipa distribusi, tangki penampungan air dan bangunan MCK di 7 lokasi yang tersebar di 4 kampung di kedua desa tersebut.  Fasilitas air bersih yang dibangun ini diharapkan dapat menjangkau sekitar 1.000 jiwa penduduk. Dengan terbangunnya fasilitas air itu adalah salah satu sumbangsih dari jas pasokan air terpeliharanya dari hutan Gunung Honje.  Terpeliharannya hutan taman nasional Ujung Kulon juga merupakan hasil partisipasi aktif masyarakat dalam perlindungan hutan.

Last Updated on Monday, 03 May 2010 14:12
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 66 guests online

Pengunjung

898291
Hari IniHari Ini37
KemarinKemarin450
Minggu IniMinggu Ini37
Bulan IniBulan Ini8492
SemuaSemua898291