Javan Rhino Sanctuary Batu Loncatan Menuju Rumah Baru

Friday, 30 April 2010 11:16 Admin TNUK
Print

Beberapa peristiwa akibat perubahan iklim di Indonesia, menjadikan kondisi Badak Jawa kian memprihatinkan. Menurut Undang-undang No. 5 tahun 1990, status Badak Jawa adalah dilindungi. Menurut IUCN Badak Jawa pada tahun 1960  – 1994 termasuk  Endangered dan 1996 – 2004  termasuk Critically Endangered. Sedangkan menurut CITES, Badak Jawa masuk dalam Appendix I. Kini Badak Jawa hanya ada di National Park Cat Lok, Vietnam (5 – 7 ekor) dan Taman Nasional Ujung Kulon (50 ekor).


Berdasarkan hasil Camera dan video traps (WWF-Indonesia) diindikasikan terjadi perkembangbiakan badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon. Namun perkembangbiakannya sangat lambat dengan trend pertumbuhan negatif (rata-rata pertumbuhan 0,7%/tahun). Jika trend pertumbuhan negatif terus berlanjut maka diperkirakan populasi badak Jawa akan punah pada akhir abad 21.


Ancaman terhadap keberadaan populasi Badak Jawa sangat besar antara lain perburuan ilegal, persaingan dengan banteng, penyakit, Invasi Langkap, Bencana Alam (letusan Gunung Krakatau, Gempa Bumi, Tsunami, Tekanan Manusia dan Pemanasan Global. Dengan adanya ancaman tersebut maka tindak lanjut yang sedang dilakukan:
1.    Mempertahankan Populasi di TN. Ujung Kulon dengan mempertahankan keberadaan Rhino Protection Unit (RPU), mengurangi wilayah tanaman langkap dan menciptakan ecotone untuk meningkatkan pakan Badak serta studi genetik Badak Jawa.
2.    Membangun Populasi Baru melalui Translokasi Badak dengan mengidentifikasi dan mengamankan habitat badak, merumuskan dan menyetujui translokasi secara rinci, translokasi Badak Jawa dan pembangunan Javan Rhino Sanctuary.

Dalam rangka pembangunan Javan Rhino Sanctuary (JRS) di Gunung Honje  terdapat beberapa tahapan yaitu :
Tahap Awal

  • Identifikasi lokasi (telah dilakukan)
  • Survey dan penelitian untuk mengidentifikasi lokasi (telah dilakukan pada bulan Mei & Juni 2009)
  • Pengembangan rencana lokasi (telah dilakukan)
  • Demarkasi lokai (telah dilakukan)
  • Identifikasi desain kontruksi dan aksesibilitas (telah dilakukan)
  • Workshop untuk mensosilisasikan Javan Rhino Sanctuary/JRS (sedang berjalan)

Tahap Kontruksi :

  • Pemagaran
  • Identifikasi upaya pengamanan untuk menangkap dan mentranslokasi Badak Jawa
  • Menangkap dan translokasi
  • Monitoring

Tahap Implementasi:

  • Pengadaan alat/perlengkapan
  • Beroperasinya Sanctuary


Peran para pihak yang diharapkan dalam rangka mendukung pembangunan Javan Rhino Sanctuary adalah sebagai berikut :
Pemerintah Pusat

  • Memberikan ijin pembangunan JRS
  • Mendukung pembangunan JRS dengan mengintensifkan manajemen aktif

Pemerintah Propinsi

  • Meningkatakan program edukasi di kawasan yang berbatasan dengan Gunung Honje untuk menjelaskan pentingnya konservasi Badak Jawa
  • Studi Banding manfaat JRS untuk Rhino tourism.

Pemerintah Daerah

  • Merekonsiliasi masyarakat yang tinggal dalam kawasan melalui relokasi dan kompensasi atau dengan menata ulang batas-batas taman nasional
  • Peningkatan kesejahtaraan masyarakat sekitar kawasan melalui mata pencaharian alternatif

Masyarakat

  • Menerima dan mendukung keberadaan JRS
Last Updated on Monday, 03 May 2010 14:10