Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Memperingati Hari Bumi

Memperingati Hari Bumi

Wednesday, 18 May 2011 14:40 Admin TNUK
Print PDF

AKSI KONSERVASI DUGONG

DALAM RANGKA PERINGATAN HARI BUMI

 

Dalam rangka peringatan Hari Bumi pada tanggal 22 April 2011, dilakukan Konservasi Dugong dan habitatnya di perairan laut Pulau Panaitan dan Pulau Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon. Dugong merupakan salah satu fauna laut yang dilindungi, dan jenis mamalia laut ini masuk dalam kategori langka menurut The International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan hewan yang dibatasi penangkapannya oleh Convention on International Trade of Endangered Species (CITES).

Kegiatan peringatan Hari Bumi dilaksanakan Balai Taman Nasional Ujung Kulon bersama mitranya Journalist Diver, PT.Wana Wisata Alam Hayati, Yayasan Badak Indonesia, dan Asia Pulp and Paper.Dalam acara ini, para penyelam dari Journalist Divers , Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan para undangan (sekitar 70 orang) berkunjung dan memperingati Hari Bumi tersebut pada tanggal 21-23 April 2011. Sebanyak 30 penyelam dari wartawan ANTV,  Trans TV, Trans 7, TV One, METRO TV, Indosiar, Kompas, Warta Kota, Bisnis Indonesia, Media Indonesia, Tempo, Tabloid/Majalah, dan Kabar Banten melakukan aksi penanaman Lamun (sea grass) serta melakukan observasi dan seleksi areal-areal padang lamun yang kritis dan pengambilan sejumlah lamun dari areal-areal yang padat populasi lamun. Melalui  aksi penanaman lamun pada areal-areal kritis perairan laut Pulau Panaitan diharapkan dapat memulihkan habitat satwa Dugong. Dalam acara tersebut hadir pula Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan di Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Departemen Kehutanan, POLRES, dan staf  TNI Angkatan Laut.
Kegiatan peringatan Hari Bumi dalam bentuk aksi konservasi dugong ini merupakan bentuk aktualisasi kesamaan persepsi akan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan dari semua pihak untuk menanggulangi krisis ekosistem Lamun di daerah perairan laut/pesisir, sekaligus sebagai usaha melindungi dan melestarikan hewan langka Dugong (Duyung/Sapi Laut) lewat gerakan penanaman Lamun di perairan atau pesisir di Pulau Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam perlindungan jenis satwa Dugong dan habitat lautnya,

Dalam rangka peringatan Hari Bumi pada tanggal 22 April 2011, dilakukan Konservasi Dugong dan habitatnya di perairan laut Pulau Panaitan dan Pulau Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon. Dugong merupakan salah satu fauna laut yang dilindungi, dan jenis mamalia laut ini masuk dalam kategori langka menurut The International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan hewan yang dibatasi penangkapannya oleh Convention on International Trade of Endangered Species (CITES).

Kegiatan peringatan Hari Bumi dilaksanakan Balai Taman Nasional Ujung Kulon bersama mitranya Journalist Diver, PT.Wana Wisata Alam Hayati, Yayasan Badak Indonesia, dan Asia Pulp and Paper.Dalam acara ini, para penyelam dari Journalist Divers , Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan para undangan (sekitar 70 orang) berkunjung dan memperingati Hari Bumi tersebut pada tanggal 21-23 April 2011. Sebanyak 30 penyelam dari wartawan ANTV,  Trans TV, Trans 7, TV One, METRO TV, Indosiar, Kompas, Warta Kota, Bisnis Indonesia, Media Indonesia, Tempo, Tabloid/Majalah, dan Kabar Banten melakukan aksi penanaman Lamun (sea grass) serta melakukan observasi dan seleksi areal-areal padang lamun yang kritis dan pengambilan sejumlah lamun dari areal-areal yang padat populasi lamun. Melalui  aksi penanaman lamun pada areal-areal kritis perairan laut Pulau Panaitan diharapkan dapat memulihkan habitat satwa Dugong. Dalam acara tersebut hadir pula Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan di Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Departemen Kehutanan, POLRES, dan staf  TNI Angkatan Laut.

Kegiatan peringatan Hari Bumi dalam bentuk aksi konservasi dugong ini merupakan bentuk aktualisasi kesamaan persepsi akan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan dari semua pihak untuk menanggulangi krisis ekosistem Lamun di daerah perairan laut/pesisir, sekaligus sebagai usaha melindungi dan melestarikan hewan langka Dugong (Duyung/Sapi Laut) lewat gerakan penanaman Lamun di perairan atau pesisir di Pulau Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam perlindungan jenis satwa Dugong dan habitat lautnya.

 

Para penyelam Balai TNUK sedang mempersiapkan bibit dan spot tanam lamun

pada tanggal 21 April 2011

 

Direktur PJLKKHL memberikan kata sambutan

dalam acara pembukaan Kegiatan Peringatan Hari Bumi 2011 di Pulau Panaitan

 

Panitia dan para peserta kegiatan Penanaman Lamun peringatan Hari Bumi 2011

 

 

 

 

Last Updated on Thursday, 26 May 2011 12:32
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 47 guests online

Pengunjung

822636
Hari IniHari Ini48
KemarinKemarin516
Minggu IniMinggu Ini2447
Bulan IniBulan Ini10559
SemuaSemua822636