Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita RHINO GOES TO SCHOOL

RHINO GOES TO SCHOOL

Monday, 04 September 2017 15:48 @ANSA
Print PDF

“RHINO GOES TO SCHOOL”

Penyuluhan ke Sekolah Dasar di Daerah Penyangga TN. Ujung Kulon Tahun 2017

Rhino Goes To School (RGS) merupakan salah satu kegiatan sosialisasi pengelolaan kawasan TN. Ujung Kulon dengan target siswa sekolah di daerah penyangga TN. Ujung Kulon. Pada tahun 2017, kegiatan RGS dilaksanakan dengan target audience siswa tingkat sekolah dasar (SD). Pada tanggal 29 Agustus 2017, Balai TN. Ujung Kulon telah melaksanakan kegiatan RGS kepada siswa sekolah dasar di 20 desa, dimana 15 desa merupakan desa yang berbatasan langsung dan 4 desa tidak berbatasan langsung, serta 1 sekolah yang berada di dekat kantor Balai TN. Ujung Kulon di Labuan. Kegiatan RGS pada masing – masing sekolah dilaksanakan oleh 4 (empat) orang pelaksana, yang terdiri dari staf Balai TN. Ujung Kulon (1 orang) dan melibatkan 3 (tiga) orang pelaksana lainnya yang berasal dari Pegawai Harian Lepas (PHL), Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Masyarakat Peduli Api (MPA), Kader Konservasi, Kelompok Tani Konservasi (KTK) dan masyarakat penggiat konservasi lainnya.

Materi dan cara penyampaian disesuaikan dengan target sosialisasi yaitu siswa sekolah dasar kelas 4, 5 dan kelas 6. Topik yang dimasukkan dalam materi meliputi fungsi perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan di kawasan TN. Ujung Kulon. Materi sosialisasi diberikan secara langsung menggunakan banner. Sebelum dan sesudah penyampaian materi, dilakukan pre-test dan pos-test yang bertujuan untuk mengukur pengetahuan dan efektivitas teknik penyampaian materi. Selain penyampaian materi konservasi, juga dilakukan diskusi, tebak-tebakan, dan menyanyi sehingga kegiatan RGS berjalan seru dan menarik perhatian siswa sekolah.

Berdasarkan hasil pre-post test diketahui bahwa siswa sekolah dasar yang dikunjungi dalam RGS tahun ini, dapat memahami, menerima informasi dan mengerti mengenai informasi dasar tentang pengelolaan TN. Ujung Kulon, seperti misalnya tipe ekosistem, nama – nama objek wisata/nama pulau, jenis – jenis satwa, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di hutan TN. Ujung Kulon serta kapan peringatan hari badak sedunia.

Pada kegiatan tersebut, Balai TN. Ujung Kulon juga menyediakan 25 bingkisan peralatan sekolah untuk setiap sekolah yang diberikan kepada siswa sekolah yang kurang mampu dan atau yang berprestasi. Selain itu, juga dibagikan gantungan kunci dan stiker untuk siswa yang bisa menjawab pertanyaan terkait pengelolaan kawasan TN. Ujung Kulon.

Kegiatan RGS ini mendapat respon yang baik dari pihak sekolah, khususnya para siswa. Bapak Amir, SS Kepala Sekolah SD Tugu 2, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi seperti ini baiknya dilakukan secara rutin sehingga siswa bisa mendapatkan informasi mengenai badak jawa dan TN. Ujung Kulon yang kemudian dapat melanjutkan informasi tersebut kepada orang tuanya. Respon tak kalah menarik disampaikan oleh Guru SD Rancapinang 1, yang menyampaikan bahwa siswa sangat gembira jika mendapat kunjungan dari petugas PPA (catatan, staf Balai TN. Ujung Kulon lebih sering dipanggil PPA yang mengacu pada status pengelolaan kawasan TN. Ujung Kulon di masa lalu) daripada dikunjungi oleh petugas Puskesmas atau mantri kesehatan, karena jika yang datang petugas Puskemas maka mereka takut akan di suntik sedangkan jika petugas PPA yang datang pasti akan mendapat cerita badak jawa dan diberi stiker.

Semoga pelaskanaan kegiatan “Rhino Goes To School” dapat memberi informasi kepada siswa sekolah dasar di daerah penyangga kawasan TN. Ujung Kulon terkait badak jawa dan pengelolaan lainnya yang dilakukan oleh Balai TN. Ujung Kulon. Semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat baik ke siswa sekolah dan juga ke sekolah yang dikunjungi.

 

 

“BADAK JAWA, HANYA KITA YANG PUNYA….

TIDAK ADA BADAK, TIDAK BAGUS !!!”

Last Updated on Monday, 04 September 2017 16:08
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 94 guests online

Pengunjung

868508
Hari IniHari Ini500
KemarinKemarin572
Minggu IniMinggu Ini1708
Bulan IniBulan Ini10838
SemuaSemua868508