Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita MADU HUTAN “ODENG” UJUNG KULON TEMBUS PRODUK ORIFLAME INDONESIA

MADU HUTAN “ODENG” UJUNG KULON TEMBUS PRODUK ORIFLAME INDONESIA

Thursday, 01 February 2018 20:51 @NSA
Print PDF

Jakarta, 1 Februari 2018. Dari sekian banyak kekayaan ekosistem TN. Ujung Kulon, madu hutan merupakan bagian dari sumber daya keanekaragaman hayati yang sangat bermanfaat bagi manusia. Madu hutan merupakan madu yang dihasilkan dari jenis lebah hutan Apis Dorsata atau disebut Odeng yang merupakan lebah paling banyak menghasilkan madu dari nectar bunga tanaman endemik hutan yang beragam.

Pemanfaatan madu hutan di kawasan TN. Ujung Kulon telah dilakukan oleh masyarakat sekitar secara turun temurun. Madu hutan menjadi sumber pendapatan alternatif disaat petani tidak menggarap sawah tadah hujan, karena madu hutan dapat diambil saat musim kemarau dimana bunga-bunga tanaman hutan

mekar. Akan tetapi sebelum ditandatanganinya kerjasama, masyarakat mengambil madu hutan disembarang tempat, termasuk di zona inti yang merupakan habitat badak jawa; memanen madu dengan teknik pangkas habis seluruh sarang dan memerasnya hingga madu menjadi tidak higienis, cepat fermentasi dan nilai jualnya rendah.

 

Dalam rangka membuka ruang akses serta untuk memberikan nilai manfaat TN. Ujung Kulon bagi masyarakat desa penyangga, maka pada tanggal 11 Oktober 2016 Balai TN.Ujung Kulon dan Koperasi Hanjuang telah menandatandatangani Perjanjian Kerjasama Nomor: PKS.04/T.12/TU/K3/10/2016 dan Nomor: PKS.040/Kop.Hanjuang/X/2016 Tentang Pengelolaan Madu Hutan di Zona Tradisional TN. Ujung Kulon di Pulau Panaitan seluas 388,75 Ha.

Koperasi Hanjuang merupakan koperasi serba usaha yang beralamat di Kp. Saruni, Kecamatan Majasari, Pandeglang-Banten. Didirikan pada 01 Januari 2012 oleh beberapa orang pendamping kelompok tani, anggota Kelompok Tani Madu Hutan Ujung Kulon (KTMHUK) dan beberapa orang agen pemasaran madu hutan Ujung Kulon. Mendapatkan badan hukum dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang pada 31 Januari 2012 dengan nomor: 33/BH/XI.6/DK.UMKM/I/2012. Memiliki visi untuk “meningkatkan kesejahteraan bersama berbasis ekologi berkelanjutan”.

Sampai tahun 2015 Koperasi Hanjuang memiliki anggota sebanyak 148 orang yang terdiri dari 140 orang petani madu anggota KTMHUK dan 8 orang dari unsur pendamping, sesuai dengan Keputusan RAK Koperasi Hanjuang pada tanggal 3 Agustus 2016 dengan Berita Acara Nomor 001/Kop Hanjuang-RAK/VIII/2016 yang ditandatangani oleh 30 orang peserta rapat di Desa Taman jaya, Kec. Sumur-Pandeglang.

Pada tahun 2017, Koperasi Hanjuang memulai bekerjasama dengan PT. Oriflame Indonesia, dimana madu hutan atau odeng dari hutan TN. Ujung Kulon dimanfaatkan sebagai salah satu produk kecantikan brand kosmetik terkenal ini. Setelah 1 tahun menandatangani kontrak kerja dengan PT. Orindo Alam Ayu (Oriflame Indonesia), pada hari ini, Kamis 1 Februari 2018, Koperasi Hanjuang menandatangani perpanjangan kontrak madu “Odeng” Ujung Kulon dengan PT. Orindo Alam Ayu (Oriflame Indonesia). Menanggapi perpanjangan kontrak madu “Odeng” Ujung Kulon, Presiden Direktur Oriflame Indonesia Bapak Nicholas menyatakan sangat senang sekali. Tidak hanya kontrak yang diperpanjang, tapi PT. Oriflame akan mensupport untuk pengkayaan tanaman pakan lebah dan transplantasi terumbu karang di TN. Ujung Kulon yang akan dilaksanakan pada bulan Maret ini. Semoga produk madu “Odeng” Ujung Kulon dapat terus mendukung upaya konservasi alam di TN. Ujung Kulon.

Last Updated on Monday, 16 April 2018 16:04
the world heritage

 

 

contact tnuk



Kategori

We have 70 guests online

Pengunjung

102240
Hari IniHari Ini46
KemarinKemarin436
Minggu IniMinggu Ini996
Bulan IniBulan Ini6640
SemuaSemua1022400