Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita PERESMIAN SANGGAR LEBAH MADU UJUNG KULON

PERESMIAN SANGGAR LEBAH MADU UJUNG KULON

Monday, 16 April 2018 15:56 @NSA
Print PDF

Ujungjaya, 27 Maret 2018. Kepala Balai TN. Ujung Kulon pada hari ini meresmikan Sanggar Lebah Madu Ujung Kulon yang berlokasi di Kampung Peteuy, Desa Ujungjaya. Hadir dalam kesempatan ini perwakilan dari Kementerian Desa, Kementerian LHK Pusat Pembiayaan Kehutanan, Perhutani, WWF Ujung Kulon, Perangkat Desa Ujungjaya, Himpunan Hanjuang Mahardika serta perwakilan PT. Oriflame Indonesia. Peresmian di meriahkan atraksi pencak silat diiringi gamelan dari kelompok masyarakat Ujungjaya.

Sanggar ini merupakan tempat pembelajaran tentang lebah madu yang ada di Ujung Kulon. Bangunan sanggar dibuat menyerupai sarang lebah, berbentuk heksagonal. Terdapat 3 bangunan, yang diperuntukan untuk tempat pertemuan, tempat workshop produksi madu dan olahan lainnya, serta perpustakaan lebah madu.

 

Sanggar Lebah Madu merupakan implementasi sekolah lapang untuk pembelajaran teknik budidaya jenis-jenis lebah madu di Ujung Kulon, teknik pemanenan lestari serta pengolahan produk-produk madu hutan.

Sebagai bagian dari rangkaian peresmian Sanggar Lebah Madu, juga dilakukan saresehan lebah madu, penanaman bibit pakan lebah, transplantasi terumbu karang serta kegiatan sosial berupa khitanan massal dan santunan anak yatim.

Saresehan lebah madu menghadirkan narasumber dari Pusat Pembiayaan Pembangunan Kehutanan, Kementerian Desa dan sesepuh Desa Ujungjaya. Sebagai moderator adalah Rio Bertoni, salah satu inisiator kegiatan pengembangan madu hutan di TN. Ujung Kulon.

Selesai saresehan dilanjutkan dengan penanaman tumbuhan pakan lebah madu bantuan dari PT. Oriflame Indonesia dan minum madu Ujung Kulon bersama-sama.

#tamanansionalujungkulon
#wwfujungkulon
#koperasihanjuang
#maduodeng

Last Updated on Monday, 16 April 2018 16:03
the world heritage

 

 

contact tnuk



Kategori

We have 14 guests online

Pengunjung

108005
Hari IniHari Ini37
KemarinKemarin467
Minggu IniMinggu Ini892
Bulan IniBulan Ini5214
SemuaSemua1080058