Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas 17.000 Ha ini memiliki berbagai potensi See more details

Pulau Peucang

                                  Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang d See more details

Pulau Handeleum

                                  Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. P See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini 38.000 Ha. Kegiatan wisata al See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Diskusi Sistem Informasi Proteksi Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon

Diskusi Sistem Informasi Proteksi Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon

Thursday, 05 December 2019 15:24 @NSA
Print PDF

Labuan, 26 November 2019

Bertempat di ruang Audio Visual kantor Balai TNUK telah dilakukan pertemuan antara Balai TNUK dengan YABI( Yayasan Badak Indonesia) dan GWC (Global Wildlife Conservation) serta WPS (Wildlife Protections Solution) guna membahas rencana pembangunan pusat data informasi di TNUK yang didukung oleh penerapan system SMART dalam patrol, dan pengelolaan kawasan. Pusat data akan didesain sedemikian rupa sehingga otoritas menejemen dapat mengambil keputusan perencanaan dengan mudah, cepat dan tepat untuk pelaksana dilapangan.

Untuk mendukung operasional pusat informasi tersebut diperlukan konsep bersama yang disepakati serta persiapan SDM melalui SMART TRAINING dan Quick Reaction Scenario Based Training.

Semoga dari pertemuan dan diskusi tersebut dapat terwujud pusat informasi si TNUK berupa operasional room (kamera, radio komunikasi, laptop, wifi booster) yang didukung oleh sarana prasarana yang siap digunakan serta SDM yang terlatih sebagai operator.

#TamanNasionalUjungKulon

#YABI

#SaveJavanRhino

Last Updated on Thursday, 19 December 2019 14:56
the world heritage



Kategori

We have 7 guests online

Pengunjung

139928
Hari IniHari Ini88
KemarinKemarin388
Minggu IniMinggu Ini2831
Bulan IniBulan Ini10614
SemuaSemua1399289