Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home

Pameran Pandeglang Expo 2014

Thursday, 11 December 2014 14:05 Admin TNUK
Print PDF

Stand Balai TN. Ujung Kulon

Juara Kedua Pada Pandeglang Expo 2014

 

Stand Balai Taman Nasional Ujung Kulon yang bertemakan “Ayo berwisata Ke Taman Nasional Ujung Kulon”, kembali mendapatkan penghargaan sebagai “Juara II Stand Terbaik” pada Pameran Pembangunan (Pandeglang Expo 2014) yang digelar selama 12 (duabelas) hari dari tanggal 1-12 Nopember 2014 di Alun-alun Pandeglang Banten. Penghargaan yang sama sebagai “Juara II Stand Terbaik” juga diperoleh pada Pandeglang Expo tahun 2013.

Pandeglang Expo 2014 merupakan perhelatan rutin yang digelar Pemerintah Kabupaten Pandeglang setiap tahunnya. Event yang dibuka langsung oleh Bapak Bupati Pandeglang, H. Erwan Kurtubi tersebut, merupakan ajang pameran yang menampilkan produk lokal unggulan dan potensi dalam bidang pariwisata, perdagangan, pertanian, perikanan dan peluang investasi di Kabupaten Pandeglang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pandeglang Expo 2014 menggunakan desain stand pameran indoor.

Last Updated on Thursday, 11 December 2014 14:24 Read more...
 

Ringkasan Penelitian

Thursday, 11 December 2014 11:49 Admin TNUK
Print PDF

SINDROM PULAU DALAM REINTRODUKSI

RUSATIMOR (RUSATIMORENSIS, BLAINVILLE 1822)

DI PULAU PANAITAN TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

 

 

PAIRAH. Sindrom pulau dalam reintroduksi rusatimor (Rusatimorensis, Blainville 1822) di Pulau Panaitan Taman Nasional Ujung Kulon. Dibimbing oleh YANTO SANTOSA, LILIK BUDI PRASETYO dan ABDUL HARIS MUSTARI.


Untuk membangun kembali populasi rusa timor di Pulau Panaitan (± 17.500 Ha) dilakukan reintroduksi dari Pulau Peucang (± 450 Ha). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan teori sindrom pulau melalui perbandingan habitat, ukuran tubuh, ukuran dan kepadatan populasi, wilayah jelajah dan alokasi waktu.

Last Updated on Tuesday, 16 December 2014 08:12 Read more...
 

Rumah Baru Bagi Monyet Ekor Panjang Eks Topeng Monyet

Thursday, 11 December 2014 11:09 Admin TNUK
Print PDF

Survei Rumah Baru Bagi Monyet Ekor Panjang Eks Topeng Monyet

 

Semenjak program razia topeng monyet digalakkan Gubernur DKI Jakarta di tahun 2013 (pada saat itu dijabat oleh Joko Widodo), banyak terjaring monyet ekor panjang yang kondisinya sangat memprihatinkan. Saat ini terdapat 89 ekor monyet ekor panjang yang dirawat di Balai Kesehatan Hewan dan Ikan serta 30 ekor berada di PPS Cikananga. Satwa sitaan eks topeng monyet tersebut akan dilepasliarkan setelah menjalani perawatan dan rehabilitasi.

Last Updated on Tuesday, 16 December 2014 08:12 Read more...
 

Rencana Pembangunan Populasi Kedua Badak Jawa

Monday, 08 September 2014 12:16 Admin TNUK
Print PDF

Materi Sosialisasi Rencana Pembangunan Populasi Kedua Badak Jawa

Badak jawa (Rhinoceros sondaicus Desmarest, 1822) merupakan satwa langka yang masuk dalam Red List Data Book IUCN1) dengan kategori critically endangered atau satwa yang terancam punah.  Badak jawa juga terdaftar dalam Apendiks I CITES2) sebagai satwa yang tidak boleh diperdagangkan karena jumlahnya yang sangat sedikit dan dikhawatirkan akan punah.  Pemerintah Indonesia menetapkan badak jawa sebagai satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah  No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.

Sejak IUCN menyatakan badak jawa yang terdapat  di Taman Nasional Cat Tien Vietnam punah pada akhir tahun 2011, kini satu-satunya populasi badak jawa di dunia hanya ada di Semenanjung Ujung Kulon, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).  Berdasarkan hasil monitoring Balai TNUK dengan menggunakan kamera video trap tahun 2013, jumlah populasi badak jawa di TNUK minimal 58 individu yang terdiri dari  35  jantan dan 23 betina,  dengan komposisi kelas umur  50 remaja/dewasa dan 8 anak.

Kondisi populasi badak jawa yang hanya terdapat pada satu lokasi dengan jumlah individu yang kecil tersebut, sangat rentan terhadap kepunahan.  Beberapa faktor yang  mengancam kelestarian badak jawa di TNUK, dapat berasal dari lingkungan  internal dan   eksternal populasi tersebut.  Faktor internal meliputi 1) besarnya potensi inbreeding/ perkawinan seketurunan; 2) persaingan dan pemangsaan, serta 3) degradasi kondisi habitat  akibat invasi tumbuhan langkap. Sedangkan faktor eksternal yang dapat mengancam kelestarian badak jawa adalah; 1) penyebaran wabah penyakit khususnya dari hewan ternak,  3) perburuan, dan 2) bencana alam (tsunami dan erupsi gunung berapi)  karena posisi geografis Semenanjung Ujung Kulon yang dikelilingi oleh lautan dan dekat dengan Gunung Krakatau.

Mempertimbangkan kondisi tersebut, untuk menyelamatkan populasi badak jawa dari ancaman kepunahan perlu dilakukan langkah strategis dan terencana.   Pemerintah Indonesia cq.  Kementerian Kehutanan,  sesuai kewenangannya,  telah menetapkan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Badak Indonesia melalui Peraturan Menteri Kehutanan No. 43/Menhut-II/2007 tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Badak Indonesia Tahun 2007-2017.  Dalam permenhut tersebut terdapat 3 (tiga) rencana jangka pendek yang perlu dilakukan untuk konservasi badak jawa, yaitu: 1) Meningkatkan populasi badak jawa sebesar 20 %, 2)  Membangun populasi kedua badak jawa, dan 3) Membangun suaka badak jawa.

Pembangunan populasi kedua badak jawa di luar TNUK bertujuan untuk menghindari atau mengurangi resiko dari beberapa faktor yang berpotensi mengancam kelestarian badak jawa seperti diuraikan di atas.  Disamping itu pembangunan populasi baru bagi badak jawa akan memberi harapan baru yang lebih besar bagi berkembangnya populasi satwa langka tersebut.

Strategi mengembangkan jumlah populasi badak melalui pembangunan populasi baru di luar habitat asalnya telah berhasil dilakukan di beberapa taman nasional.

Last Updated on Monday, 08 September 2014 12:40 Read more...
 

Tarif Baru PNBP Balai Taman Nasional Ujung Kulon

Monday, 25 August 2014 00:00 Admin TNUK
Print PDF

Pungutan Penerimaan Negara Bukan Pajak

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 12 Tahun 2014. Jenis Pungutan  (tarif baru) yang berlaku pada Kementerian Kehutanan Unit Pelaksana Teknis  Balai Taman Nasional Ujung Kulon adalah sebagai berikut :

1. Tiket Masuk

Karcis Perorangan

  • Karcis Pengunjung umum WNI (Hari Kerja)    Rp  5.000/org/hari
  • Karcis Pengunjung umum WNI (Hari Libur)    Rp  7.500/org/hari
  • Karcis Pengunjung umum WNA (Hari Kerja)   Rp  150.000/org/hari
  • Karcis Pengunjung umum WNA (Hari Libur)   Rp  225.000/org/hari
Karcis Rombongan (Minimal 10 org)
  • Karcis Pelajar/Mahasiswa WNI untuk wisata (Hari Kerja)  Rp 3.000/Org/hari
  • Karcis Pelajar/Mahasiswa WNI untuk wisata (Hari Libur)  Rp 4.500/Org/hari
  • Karcis Pelajar/Mahasiswa WNA untuk wisata (Hari Kerja)  Rp 100.000/Org/hari
  • Karcis Pelajar/Mahasiswa WNA untuk wisata (Hari Libur)  Rp 150.000/Org/hari
2. Kapal Motor
  1. Kapal Motor 40 s/d 100 PK Rp. 100.000/Unit/hari
  2. Kapal Motor 100 s/d 500 PK Rp. 150.000/Unit/hari
  3. Kapal Pesiar dengan Kapasitas angkut :
  • < 50 Penumpang Rp 2.000.000/Unit/hari
  • 50 s/d < 100 Penumpang       Rp 4.000.000/Unit/hari
  • 100 s/d < 200 Penumpang Rp 8.000.000/Unit/hari
  • 200 s/d < 1.000 Penumpang Rp 15.000.000/Unit/hari
  • 1.000 s/d < 3.000 Penumpang Rp 30.000.000/Unit/hari
  • > 3.000 Penumpang Rp. 50.000.000/Unit/hari
3. Kegiatan Wisata Umum
  • Berkemah Rp 5.000/Org/hari/kemah
  • Penelusuran hutan (Tracking), Mendaki Gunung (Hiking-Climbing) Rp 5.000/Org/paket/keg
  • Pengamatan kehidupan liar Rp 10.000/Org/paket/kegiatan
  • Menyelam (Scuba diving) Rp 25.000/Org/hari
  • Snorkeling Rp 15.000/Org/hari
  • Kano / bersampan Rp 25.000/Org/hari
  • Selancar Rp 25.000/Org/hari
  • Memancing Rp 25.000/Org/hari
4. Kegiatan Wisata Rombongan Pelajar / Mahasiswa (Minimal 10 Org)
  • Berkemah Rp 2.500/Org/hari/kemah
  • Penelusuran hutan (Tracking), Mendaki Gunung (Hiking-Climbing) Rp 2.500/Org/paket/keg
  • Pengamatan kehidupan liar Rp 5.000/Org/paket/kegiatan
  • Menyelam (Scuba diving) Rp 15.000/Org/hari
  • Snorkeling Rp 10.000/Org/hari
  • Kano / bersampan Rp 15.000/Org/hari
  • Selancar Rp 15.000/Org/hari
  • Memancing Rp 15.000/Org/hari

Last Updated on Wednesday, 16 December 2015 10:35 Read more...
 


Page 9 of 27
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 55 guests online

Pengunjung

868501
Hari IniHari Ini493
KemarinKemarin572
Minggu IniMinggu Ini1701
Bulan IniBulan Ini10831
SemuaSemua868501