Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home

Kemitraan Konservasi Badak Jawa Berlanjut Untuk Tahun Kedua

Monday, 10 December 2012 11:48 Admin TNUK
Print PDF

Kemitraan Konservasi Badak Jawa Berlanjut untuk Tahun Kedua

TNUK : Penampakan Anak Badak Jawa Merupakan Indikator Positif

 

Jakarta, 4 Desember 2012 – Kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengkonservasi badak Jawa yang dilindungi berlanjut untuk tahun kedua setelah Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang diwakili oleh Manajer Operasional Kelompok Kerja Aksi Konservasi Badak Jawa (Pokja AKBJ), Enjat Sudarjat menandatangani kesepakatan dengan Asia Pulp & Paper Grup (APP) yang diwakili Managing Director Sustainability & Stakeholder Engagement, Aida Greenbury, di Jakarta. Kemitraan selama satu tahun ini merupakan dukungan bersama terhadap target Kementerian Kehutanan Indonesia untuk meningkatkan populasi badak Jawa di TNUK sesuai dengan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Badak Indonesia tahun 2007 - 2017. Turut hadir menyaksikan, Dr Ir. Moh. Haryono, M.Si. Kepala Balai TNUK dan Koordinator Program Pokja AKBJ.

Last Updated on Monday, 10 December 2012 11:58 Read more...
 

Kunjungan Tim Korea National Park Service

Sunday, 25 November 2012 19:03 Admin TNUK
Print PDF

KUNJUNGAN TIM KOREA NATIONAL PARK SERVICE KE TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

 

 

Labuan, 19 November 2012. Balai Taman Nasional Ujung Kulon menerima kedatangan rombongan dari, Korea National Park Service, maksud kunjungan Korea National Park Service adalah meningkatkan pemahaman terhadap pengelolaan Taman Nasional di Indonesia dan memperkenalkan Pengelolaan Taman Nasional di Korea.

Last Updated on Monday, 26 November 2012 17:56 Read more...
 

Go4BioDiv International Youth Forum Marine and Coastal

Sunday, 25 November 2012 18:50 Admin TNUK
Print PDF

Go4BioDiv International Youth Forum Marine and Coastal

 

 

Hyderabad India, Tahun 2012 merupakan kali ketiga Go4BioDiv diadakan, Go4BioDiv International Youth Forum merupakan kegiatan 2 tahun sekali yang bertujuan mengumpulkan para pemuda dibawah 30 tahun dari perwakilan situs warisan dunia yang ada di negara tersebut  untuk berkumpul bersama dan saling berdiskusi atas permasalahan yang ada seiring dengan berlangsungnya Conferences of the Parties to the Convention on Biological Diversity (COP-CBD 11). Sebelumnya Go4BioDiv International Youth Forum di tahun 2008 diadakan di Jerman dan di tahun 2010 diadakan di Jepang. Pada Tahun 2012 Go4BioDiv International Youth Forum ini diikuti oleh 35 peserta dibawah umur 30 tahun yang berasal dari 28 negara diseluruh dunia. Dari Indonesia terpilih 2 orang perwakilan dari Taman Nasional Ujung Kulon yaitu Maruti Giri Mahesthi dan dari Taman Nasional Komodo yaitu Hermansyah Akbar. Kegiatan Go4BioDiv ini berlangsung dari tanggal 06 – 19 Oktober 2012.

Last Updated on Sunday, 25 November 2012 18:59 Read more...
 

6 Anak Badak Jawa Baru

Monday, 19 November 2012 19:06 Admin TNUK
Print PDF

6 ANAK BADAK JAWA BARU

DITEMUKAN DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

 

 

Labuan, 12/11/2012. Badak jawa (Rhinoceros sondaicus)  merupakan jenis satwa langka yg  kini  hanya ada Taman Nasional Ujung Kulon.  Badak jawa  diklasifikasikan sebagai satwa sangat terancam punah (criticaly endangered) dalam red list data book IUCN (International Union for Conservation of Nature). Sementara itu CITES (Convention of International Trade in Endangered Species) mengkategorikan badak jawa dalam kelompok Appendix I. Badak jawa juga diklasifikasikan sebagai jenis satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah  No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.

Pada periode tahun 1967 hingga 2008, monitoring populasi badak jawa  dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, yakni dengan  mengamati jejak kaki badak dan beberapa jenis temuan lainnya, seperti kotoran, urine, bekas tumbuhan yang dimakan, dan bekas gesekan pada batang pohon. Monitoring dilakukan oleh beberapa Tim yang bergerak pada beberapa  jalur/ transek yang mengarsir Semenanjung Ujung Kulon dari arah utara ke selatan.  Taksiran populasi badak jawa hasil monitoring masih sangat bias dan seringkali menjadi perdebatan publik.

Last Updated on Monday, 19 November 2012 19:23 Read more...
 

PEH Ujung Kulon Berhasil Identifikasi 35 Ekor Badak Jawa

Friday, 05 October 2012 10:35 Admin TNUK
Print PDF

WOW....PENGENDALI EKOSISTEM HUTAN (PEH) BALAI TN. UJUNG KULON BERHASIL IDENTIFIKASI 35 EKOR BADAK JAWA

 

Labuan : Badak jawa merupakan satu dari dua jenis spesies badak yang ada di Indonesia dan terkonsentrasi hanya di wilayah Semenanjung Ujung Kulon Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Badak jawa  diklasifikasikan sebagai satwa sangat terancam punah dalam red list book IUCN (International Union for Conservation of Nature) sementara itu CITES (Convention of International Trade in Endangered Species) telah mengkategorikan badak jawa dalam kelompok Appendix I. Badak jawa juga diklasifikasikan sebagai jenis satwa dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.

Last Updated on Friday, 05 October 2012 11:19 Read more...
 


Page 14 of 24
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 9 guests online

Pengunjung

797241
Hari IniHari Ini383
KemarinKemarin466
Minggu IniMinggu Ini2892
Bulan IniBulan Ini14447
SemuaSemua797241