Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Info Pengunjung Aktivitas Wisata

Aktivitas Wisata

Sunday, 20 December 2009 20:42 Admin TNUK
Print PDF
Aktivitas Wisata di Taman Nasional Ujung Kulon

Snorkling dan Diving di Ciharashas, Pulau Panaitan
Terumbu karang di Ciharashas termasuk terumbu karang yang masih dalam keadaan baik di taman nasional. Pengunjung dapat melakukan snorkling dan Diving di tempat ini sambil mengamati ekosistem bawah air yang indah. Tempat ini dapat dicapai dari Sumur 4-5 jam atau dari Carita 6-7 jam dengan kapal biasa, dan 2,5 jam dari Sumur atau 3 jam dari Carita dengan speed boat.
scuba diving

Surfing di Legon Bajo, Pulau Panaitan
Kegiatan ini sangat menarik dan menantang bagi mereka yang suka tantangan. Ombak yang bergulung-gulung dengan pemandangan vegetasi pantai yang hijau menjadikan lokasi ini sangat sesuai untuk kegiatan surfing. Di tempat ini terdapat pula “One Palm Point” yang menjadi lokasi favorit para surfer.
surfing

Hiking ke Karang Copong, Pulau Peucang

Pulau Peucang menjadi salah satu tujuan utama ke Taman Nasional Ujung Kulon. Di bagian utara pulau ini terdapat sebuah karang yaitu Karang copong, karang mati besar yang berlubang (copong). Hiking ke Karang Copong dilakukan pada trail dari arah Dermaga Peucang masuk ke hutan hujan tropis dataran rendah dan keluar di karang copong. Sepanjang perjalanan menuju karang copong selama 50 menit, pengunjung dapat melihat hamparan hutan hujan tropis dataran rendah yang masih alami, dengan pohon-pohon ficus sp serta Kiara yang besar, burung hantu, tonggeret, babi hutan, Rusa, Merak, dan Monyet. Kemudian dari pantai Karang Copong, pengunjung akan melihat pemandangan sun set yang fantastis dengan latar belakang laut yang membentang indah. Perjalanan ke karang copong ini akan dipandu oleh petugas dari Taman Nasional.
karang copong

Hiking ke Citerjun
Hiking ke Air Terjun Citerjun dapat dilakukan dari Cidaon, kurang lebih 1,5 km.   Akhir dari perjalanan hiking ini, pengunjung dapat melepas lelah dengan mandi di air terjun Citerjun yang bening. Letak air terjun Citerjun ini sangat strategis karena dekat dengan tempat sarana penginapan di pulau Peucang. Di daerah Citerjun ini dapat disaksikan air terjun yang artistik, sebuah pesona alam dengan seni yang tertata unik berupa paduan warna air sungai diantara tepian pantai yang berpasir. Teras Citerjun ini terbentuk oleh batu kapur dan stalagtit sebagai akibat aliran air sungai Citerjun. Kondisi demikian merupakan hasil dari suatu formasi geologi yang spektakuler.

Banteng Viewing di Cidaon

Kegiatan pengamatan banteng di Cidaon dapat dilakukan dengan menggunakan boat dan dilanjutkan dengan berjalan kaki ± 250 meter menuju padang penggembalaan Banteng. Di  padang penggembalaan Cidaon,  melalui menara pengintai pengunjung dapat menikmati atraksi banteng yang sedang merumput, burung merak dan kadang-kadang ayam hutan. Pada cuaca cerah, Banteng umumnya dapat dilihat di pagi hari sekitar pukul 06.00-07.30 dan pada sore hari pukul 16.30. Bila sore hari, sambil berjalan pulang ke Pulau Peucang, pengunjung dapat menikmati sunset di tepi pantai. Pengunjung bisa menghabiskan waktu sampai dengan matahari terbenam.
wildlife viewing di cidaon

Snorkling dan diving di Cihandarusa, Pulau Peucang
Salah satu daya tarik lain yang menarik di pulau Peucang dan sekitarnya adalah terumbu karang di Cihandarusa, yang dapat ditempuh sekitar 15 menit dari Dermaga Peucang. Pengunjung dapat melihat taman laut yang indah dengan snorkling  atau diving. Tempat ini dapat diakses dari Sumur ± 2-3 jam dengan kapal biasa (slow boat), atau dari Labuan kurang lebih 4-5 jam. Pengunjung dapat makan di restaurant dan menginap di Pulau Peucang.
tabulate & branching

Canoing di Pulau Pamanggangan, sekitar Handeuleum
Pulau-pulau kecil di Handeuleum terutama Pamanggangan dan Cikabeumbeum merupakan tempat yang paling tenang untuk berkano. Dengan menyusuri sungai pamanggangan atau Cikabeumbeum yang sangat tenang dan sunyi, pengunjung dapat mengamati berbagai jenis burung seperti Raja Udang, Sruiti, Kangkareng, Rangkong dan kehidupan mangrove. Ketenangan suasana yang dipadu dengan pemandangan alam yang masih alami seakan membawa pengunjung pada dunia lain. Dengan dipandu oleh petugas taman nasional, pengunjung biasanya menghabiskan waktu 3-4 jam untuk menikmati kegiatan ini dan pengunjung bisa menginap di Pulau Handeuleum atau Peucang untuk beristirahat.
canoing di pulau pamanggang

Hiking ke Tanjung Layar
Hiking Cibom-Tanjung Layar dapat menggunakan kapal motor dari pulau Peucang ke pantai Cibom, terus dilanjutkan ke Tanjung Layar (± 45 menit = 1,2 km). Di Cibom akan dijumpai sisa-sisa kegagalan pembangunan dermaga kapal oleh kekacauan politik dan wabah penyakit pada waktu itu, dan disini terdapat pula sebuah shelter yang menyediakan informasi mengenai kawasan ini. Jalan setapak menuju Tanjung Layar menyusuri pantai ke arah Barat. Di lokasi ini tersedia mercusuar, dengan pemandangan tanjungan berbatu dan pulau-pulau kecil yang cukup indah dan dapat dinikmati dari puncak menara mercusuar. Bila dilanjutkan ke Ciramea memakan waktu tambahan ± 2 jam (5 km), menyusuri pantai. Di Ciramea pengunjung dapat menikmati deburan ombak pantai selatan sambil mengamati tempat pendaratan penyu hijau (Chelonia mydas). Kegiatan ini dilakukan dengan didampingi pemandu (petugas taman nasional).
tanjung layar

Penelitian di sekitar  Cigenter, Handeuleum
Sungai Cigenter berada di Semenanjung Ujung Kulon dan dekat dengan Pulau Handeuleum. Lokasi ini merupakan ekosistem yang kaya akan keragaman hayati. Ular phyton dapat ditemui di cabang pohon di kanan kiri sungai, burung seperti Raja udang, Srigunting sering terlihat di sekitar sungai. Sungai ini dapat disusuri dengan berkano. Di hulu sungai terdapat jalan yang menghubungkan ke Semenanjung Ujung Kulon, dimana tidak jauh dari air terjun terdapat kubangan Badak Jawa yang masih aktif digunakan. Tempat ini sangat sesuai untuk penelitian mengenai Badak Jawa, hutan mangrove maupun vegetasi lainnya. Pada bulan Juli-Agustus tempat ini ditutup untuk pengunjung, karena pada periode tsb Badak Jawa memasuki masa kawin (birahi), kecuali dengan tujuan untuk meneliti perilaku kawin Badak itu sendiri. Dukungan logistik dan penyewaan kano dapat ditemukan di Pulau Handeuleum.

Wildlife Viewing di Cigenter

Selain kegiatan penelitian, di sungai Cigenter ini pengunjung dapat menikmati kehidupan liar. Di sini pengunjung diajak untuk menyaksikan kehidupan satwa-satwa di hutan mangrove seperti kehidupan burung-burung, kehidupan reptil dan menyaksikan beberapa ikan sungai yang jarang dijumpai. Selain itu pengunjung dapat pula menikmati air terjun yang alami dan kubangan Badak dengan berjalan kaki di hulu sungai ini. Untuk kegiatan ini pengunjung harus dipandu oleh petugas taman nasional dan biasanya menghabiskan waktu sekitar 3 jam. Kegiatan ini bisa diakses dari Pulau Handeuleum.
sungai cigenter

Ziarah ke Gua Sanghyang sirah

Gua Sanghiang Sirah merupakan salah satu tempat untuk berziarah yang berada di sirah (kepala) Pulau Jawa. Pemandangan di sekitar gua sangat indah dengan formasi karang besar dan curam disepanjang pantai dengan dikelilingi vegetasi hutan pantai. Peziarah percaya bahwa Gua Sanghyang Sirah adalah tilas (tempat bertapa) Prabu Kian Santang yang diyakini masih berada di sana sampai saat ini. Untuk menuju Gua Sanghyang sirah, biasanya para peziarah trekking melalui jalur Tamanjaya -Tanjung Lame- Karang Ranjang dan kemudian menyusuri pantai selatan menuju Sanghyangsirah. Perjalanan ditempuh kira-kira 1-2 hari. Mereka biasanya menginap di perjalanan (tidur di hutan).
gua sanghyang sirah

Trekking ke Cibunar

Kegiatan ini biasanya dimulai dari Pulau Peucang dengan menggunakan speed boat menyeberang ke Cidaon, kemudian dilanjutkan dengan trekking dari Cidaon ke Cibunar, yang merupakan hutan pantai dan hutan hujan dataran rendah yang masih alami. Di sepanjang trail, pengunjung dapat menemui berbagai macam burung dan vegetasi pakan Badak. Trekking selama 3.5 jam dan dipandu oleh petugas taman nasional ini merupakan perjalanan dari pantai utara menembus pantai selatan dengan perbedaan karakteristik yang menarik. Sesampainya di padang penggembalaan Cibunar, pengunjung dapat menikmati atraksi kumpulan Banteng yang sedang merumput.
Pulau Peucang menjadi salah satu tujuan utama ke Taman Nasional Ujung Kulon. Di bagian utara pulau ini terdapat sebuah karang yaitu Karang copong, karang mati besar yang berlubang (copong). Hiking ke Karang Copong dilakukan pada trail dari arah Dermaga Peucang masuk ke hutan hujan tropis dataran rendah dan keluar di karang copong. Sepanjang perjalanan menuju karang copong selama 50 menit, pengunjung dapat melihat hamparan hutan hujan tropis dataran rendah yang masih alami, dengan pohon-pohon ficus sp serta Kiara yang besar, burung hantu, tonggeret, babi hutan, Rusa, Merak, dan Monyet. Kemudian dari pantai Karang Copong, pengunjung akan melihat pemandangan sun set yang fantastis dengan latar belakang laut yang membentang indah. Perjalanan ke karang copong ini akan dipandu oleh petugas dari Taman Nasional.
Last Updated on Tuesday, 22 June 2010 16:46
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 82 guests online

Pengunjung

797247
Hari IniHari Ini389
KemarinKemarin466
Minggu IniMinggu Ini2898
Bulan IniBulan Ini14453
SemuaSemua797247