Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Tentang TNUK Pengelolaan Zonasi

Pengelolaan Perairan/Marine

Saturday, 19 December 2009 01:59 Admin TNUK
3.1. Unit Konservasi Laut (UKL)
Mereplikasi konsep RMPU, maka untuk menjaga wilayah perairan laut yang bisa menjadi pintu masuk dari segala arah ke habitat Badak khususnya, dan wilayah TN. Ujung Kulon, maka dibentuklah Unit Konservasi Laut. Sama halnya dengan RMPU unit ini tidak hanya bertugas untuk perlindungan atau patroli, namun juga bertugas untuk monitoring biota laut dan hutan pantai.

3.2. Monitoring Terumbu Karang
Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kondisi terumbu karang di TN. Ujung Kulon. Analisis yang dilakukan dalam monitoring ini antara lain analisis penutupan karang hidup, analisis remnant (karang mati) dan kelimpahan ikan hias yang menggunakan terumbu karang sebagai habitatnya. Penutupan karang hidup dan kelimpahan ikan, bisa untuk mengetahui kesehatan terumbu karang di suatu wilayah, sedang analisis karang mati bisa untuk mengetahui sebab-sebab kerusakan terumbu karang.
Kegiatan monitoring ini dilakukan bekerjasama dengan WWF-Ujung Kulon, dan dilakukan tiap 4 bulan sekali.

3.3. Kesepakatan Konservasi antara TN. Ujung Kulon dengan Masyarakat  dalam Pemanfaatan
Rumput Laut

Taman Nasional Ujung Kulon bekerjasama dengan WWF-UK mengadakan kesepakatan dengan masyarakat kampung cegog desa Rancapinang dalam pemanenan rumput laut di zona pemanfaatan tradisional sebagai upaya untuk mengurangi meluasnya dampak pencurian rumput laut oleh masyarakat di wilayah Cegog, dan Kalejetan. Kesepakatan ini memuat aturan main pemanenan dan juga kewajiban masyarakat untuk ikut mengamankan kawasan.
Last Updated on Saturday, 19 December 2009 02:05
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 12 guests online

Pengunjung

795896
Hari IniHari Ini18
KemarinKemarin580
Minggu IniMinggu Ini1547
Bulan IniBulan Ini13102
SemuaSemua795896