Pengelolaan Perairan/Marine

Saturday, 19 December 2009 01:59 Admin TNUK
Print
3.1. Unit Konservasi Laut (UKL)
Mereplikasi konsep RMPU, maka untuk menjaga wilayah perairan laut yang bisa menjadi pintu masuk dari segala arah ke habitat Badak khususnya, dan wilayah TN. Ujung Kulon, maka dibentuklah Unit Konservasi Laut. Sama halnya dengan RMPU unit ini tidak hanya bertugas untuk perlindungan atau patroli, namun juga bertugas untuk monitoring biota laut dan hutan pantai.

3.2. Monitoring Terumbu Karang
Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kondisi terumbu karang di TN. Ujung Kulon. Analisis yang dilakukan dalam monitoring ini antara lain analisis penutupan karang hidup, analisis remnant (karang mati) dan kelimpahan ikan hias yang menggunakan terumbu karang sebagai habitatnya. Penutupan karang hidup dan kelimpahan ikan, bisa untuk mengetahui kesehatan terumbu karang di suatu wilayah, sedang analisis karang mati bisa untuk mengetahui sebab-sebab kerusakan terumbu karang.
Kegiatan monitoring ini dilakukan bekerjasama dengan WWF-Ujung Kulon, dan dilakukan tiap 4 bulan sekali.

3.3. Kesepakatan Konservasi antara TN. Ujung Kulon dengan Masyarakat  dalam Pemanfaatan
Rumput Laut

Taman Nasional Ujung Kulon bekerjasama dengan WWF-UK mengadakan kesepakatan dengan masyarakat kampung cegog desa Rancapinang dalam pemanenan rumput laut di zona pemanfaatan tradisional sebagai upaya untuk mengurangi meluasnya dampak pencurian rumput laut oleh masyarakat di wilayah Cegog, dan Kalejetan. Kesepakatan ini memuat aturan main pemanenan dan juga kewajiban masyarakat untuk ikut mengamankan kawasan.
Last Updated on Tuesday, 16 April 2019 10:04