PELATIHAN MENEMBAK 2021 BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON
Wednesday, 03 February 2021 08:49
@NSA
Balai Taman Nasional Ujung Kulon mempunyai kewajiban untuk memberikan pengetahuan atau skill melalui beberapa cara, baik itu dalam bentuk pelatihan, penyegaran ataupun bentuk lainnya, agar tenaga pengamanan hutan tersebut mempunyai 3 (tiga) hal penting dalam bidang pengetahuan, peningkatan skill dan pengembangan sikap yang lebih baik. |
||
|
||
|
|
||
| Page 1 of 21 |

Dalam rangka meningkatkan Keterampilan dan kompetensi petugas dilapangan, dipandang perlu untuk memiliki keterampilan dalam penguasaan senjata api dalam tugas kesehariannya dalam melakukan upaya perlindungan dan pengamanan kawasan TNUK.
Taman Nasional Ujung Kulon adalah kawasan pelestarian alam yang merupakan habitat bagi populasi Badak Jawa yang masih tersisa di planet bumi. Ekosistem TN Ujung Kulon saat ini merupakan hasil dari sebuah proses suksesi alam yang sebelumnya pernah diberitakan hancur oleh gelombang tsunami setinggi 15 m yang diakibatkan oleh letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883. Pasca ekosistem Ujung Kulon dan sekitarnya porak poranda oleh hantaman gelombang tsunami tersebut, ekosistem Ujung Kulon dan sekitarnya secara perlahan-lahan berproses dengan caranya sendiri membentuk satu kesatuan ekosistem TN Ujung Kulon.


Innalillahi wa innailaihi rojiun....
Pulau Handeleum, Kamis , 05 November 2020 dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2020, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat bersama dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan Yayasan Alam Satwa Tatar Indonesia (ASTI) melaksanakan pelepasliaran satwa liar dilindungi berupa burung merak hijau (Pavo muticus) yang berjumlah 3 (Tiga) ekor dengan perbandingan sex rasio2 (dua) ekor betina dan 1 (satu) ekor Jantan. Pelepasliaran dilaksanakan di Pulau Handeleum yang merupakan bagian dari kawasan konservasi kawasan Taman Nasional Ujung Kulon di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem memiliki program prioritas pelestarian tumbuhan dan satwa liar dilindungi di habitat alaminya (In-Situ), salah satu bentuk programmnya adalah menggalakkan upaya- upaya penambahan populasi satwa liar dilindungi, langkah dan endemik melalui kegiatan pelepasliaran (release satwa liar) di alam. Masih dalam suasana peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun 2020, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati mensupport Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Jawa Barat, Balai Taman Nasioal Ujung Kulon dan Lembaga Konservasi ASTI- Bogor untuk melaksanakan pelepasliaran satwa liar 3 ekor burung merak hijau (Pavo muticus) di kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon.Upaya pelestarian satwa liar dilindungi di habitatnya menjadi tanggung jawab utama















