Pulau Handeleum

                                  Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. P See more details

Pulau Peucang

                                  Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang d See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini 38.000 Ha. Kegiatan wisata al See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas 17.000 Ha ini memiliki berbagai potensi See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita PRESS RELEASE PELEPASLIARAN SATWA LIAR DILINDUNGI JENIS BURUNG MERAK HIJAU (Pavo muticus) DI KAWASAN KONSERVASI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

PRESS RELEASE PELEPASLIARAN SATWA LIAR DILINDUNGI JENIS BURUNG MERAK HIJAU (Pavo muticus) DI KAWASAN KONSERVASI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Monday, 23 November 2020 06:51 @NSA

Pulau Handeleum, Kamis , 05 November 2020 dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2020, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat bersama dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan Yayasan Alam Satwa Tatar Indonesia (ASTI) melaksanakan pelepasliaran satwa liar dilindungi berupa burung merak hijau (Pavo muticus) yang berjumlah 3 (Tiga) ekor dengan perbandingan sex rasio2 (dua) ekor betina dan 1 (satu) ekor Jantan. Pelepasliaran dilaksanakan di Pulau Handeleum yang merupakan bagian dari kawasan konservasi kawasan Taman Nasional Ujung Kulon di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem memiliki program prioritas pelestarian tumbuhan dan satwa liar dilindungi di habitat alaminya (In-Situ), salah satu bentuk programmnya adalah menggalakkan upaya- upaya penambahan populasi satwa liar dilindungi, langkah dan endemik melalui kegiatan pelepasliaran (release satwa liar) di alam. Masih dalam suasana peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun 2020, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati mensupport Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Jawa Barat, Balai Taman Nasioal Ujung Kulon dan Lembaga Konservasi ASTI- Bogor untuk melaksanakan pelepasliaran satwa liar 3 ekor burung merak hijau (Pavo muticus) di kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon.Upaya pelestarian satwa liar dilindungi di habitatnya menjadi tanggung jawab utama BBKSDA Jawa Barat dan karena itu senantiasa mengajak semua pihak untuk terlibat dalam upaya-upaya pelestarian tersebut. ASTI sebagai salah satu pemilik ijin Lembaga Konservasi Umum yang berada dalam wilayah binaan BBKSDA Jawa Barat juga kami ajak untuk hal tersebut, hal ini mengingat bahwa ASTI selain juga memiliki peran dan tanggung jawab dalam pelestarian satwa liar juga terbukti telah berhasil mengembangkan beberapa satwa liar dilindungi termasuk salah satunya jenis burung merak hijau.Anggodo selaku kepala Balai TN Ujung Kulon dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Kami sangat senang dan mendukung atas terpilihnya kawasan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai tempat pelepasliaran burung merak hijau. Di dalam kawasan TN Ujung Kulon memang dikenal sebagai habitat alami jenis burung merak hijau, dan saat ini populasi di alam perlu terus ditingkatkan sesuai dengan daya dukung habitatnya”. “Saya sangat mendukung dan mengapresiasi upaya pelestarian burung merak hijau di kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon, upaya-upaya seperti akan terus saya galakkan dan lanjutkan di kawasan-kawasan konservasi lainnya di Indonesia. Saya juga akan mendorong para pemilik pemilik ijin lembaga konservasi umum agar mulai melakukan program pelepasliaran khususnya satwa satwa liar dilindungi yang telah berhasil mereka kembangkan di LK nya,” kepada pihak Balai TN Ujung Kulon saya titip agar satwa yang telah dilepasliarkan ini terus dimonitor perkembangannya sehingga nantinya dapat berkembang biak dan menambah populasi burung merak hijau di TN Ujung Kulon, ucap Lana Sari,S.Pi,M.Sc selaku Kepala Bidang BBKSDA Jawa Barat Wilayah I Bogor, Kementerian LHK.

#KLHK

#KSDAE

#TamanNasionalUjungKulon

#BBKSDAJABAR

#ASTI

Last Updated on Monday, 23 November 2020 07:03
the world heritage



Kategori

We have 20 guests online

Pengunjung

146183
Hari IniHari Ini248
KemarinKemarin393
Minggu IniMinggu Ini2376
Bulan IniBulan Ini3179
SemuaSemua1461835